Dinda Qoernia

TANPAMU AKU KOSONG SAHABATKU

Pages


PROTISTA

KLASIFIKASI PROTISTA MIRIP JAMUR ( JAMUR PROTISTA)
A.   Ciri-ciri protista mirip jamur :
1.     Memiliki sel berflagela pada suatu waktu dalam siklus hidupnya
2.     Khusus pada jamur air, memiliki dinding sel yang tersusun oleh zat selulosa, sedangkan                                   jamur tersusun oleh zat kitin.
3.     Membentuk spora diploid dan hasil meiosis berupa gamet. Pada jamur air menghasilkan zoospora.
4.     Fagositik(menelan bakteri).                 
                                                                   
            Jamur protista(protista mirip jamur) terdiri atas 3 filum, yaitu :
1.     Myxomycota (Jamur Lendir Plasmodial)
Jamur lendir plasmodial (aselular) hidup sebagai dekomposer yang melakukan fagosit terhadap materi tumbuhan di hutan atau lahan pertanian. Pada kondisi lingkungan yang tidak nyaman, plasmodium (massa sitoplasma tunggal yang tidak dibagi oleh membrane dan mengandung banyak nukleus) membentuk banyak sporangium penghasil spora. Kumpulan sporangia akan membentuk tubuh buah. Spora akan tumbuh saat kelembaban lingkungan di sekitarnya telah memungkinkan. Contoh jamur lendir plasmodial adalah Physarum.
Ciri-ciri dan contoh Acrasiomycota (Jamur Lendir Selular)
Acrasiomycota disebut juga jamur lendir selular. Bentuk satu selnya merupakan individu yang mandiri. Dalam siklus hidupnya, terutama ketika masa reproduksi, jamur lendir selular memiliki tubuh buah. Tubuh buah tersebut akan menghasilkan spora yang digunakan pada saat reproduksi aseksual. Acrasiomycota berbeda dengan Myxomycota. Acrasiomycota tetap mempertahankan identitasnya sebagai satu sel. Acrasiomycota merupakan individu utuh yang dipisahkan oleh membran, terutama pada saat membentuk agregat di salah satu tahap dalam siklus hidupnya. Acrasiomycota merupakan organisme haploid, sedangkan pada Myxomycota didominasi oleh fase diploid. Acrasiomycota memiliki tubuh buah yang berfungsi sebagai alat reproduksi aseksual dan umumnya tidak

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh01X48CSRbBiZVcRlRWlIBhZJuWT68SuRp6GhW0D_v8kLULX_Tt39G-EVZ0Csn3bzC2azBHzkZr579q_yubqg-BiXAJHDy9i2x_bh-iLYAKzs4RRtRBF98yC83DjtkYg1sX9fA3e8753o/s320/stock-photo-slime-molds-myxomycota-sp-26515369.jpg
Ke dalam jamur lendir termasuk pula Acrasiae yang pada dasarnya lebih mirip dengan protozoa uniseluler. Bentuk vegetatifnya terdiri atas sel berinti satu yang ameboid. Sel-sel ini memperbanyak diri dengan pembelahan biner. Bentuk vegetatif ini sukar dibedakan dengan ameba (protozoa). Jika keadaan memungkinkan sel-sel ameboid itu akan bergabung dan membentuk badan buah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ_vq81cPRVEWtNEvY36aQIlUMIgKUnApNABxDKz9tcTYnpe54XnaYYHMcifnA6hIFZqknsKlluNk1sLgFT3eSawCggs682c72PjdyIZiCdBTYCYJOKlb1MDRz4Qg7ABJ80I2xzGbyFO0/s1600/jamur+lendir+myxomicetes.jpg

2.     Acrasiomycota( Jamur Lendir Selular)
Jamur lendir selular hidup seperti individu sel ameboid, namun tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmadium atau massa multiseluler. Pada jamur lendir ini jika makanan berkurang, amoeba mensekresikan zat kimia yang merangsang amoeba untuk bergabung membentuk plasmodium seperti siput tanpa cangkang.plasmodium bergerak ke arah cahaya. Jika ada makanan, plasmodium ini berhenti dan membentuk tubuh buah yang mengandung spora reproduksi. Sel tangkai akan menghilang dan spora bertahan. Jika kondisi lingkungan baik, spora membentuk amoeba dan siklus berulang.
Contoh jamur lendir selular adalah Dyctyostelium.
 Ciri-ciri dan contoh Acrasiomycota (Jamur Lendir Selular)
Acrasiomycota disebut juga jamur lendir selular. Bentuk satu selnya merupakan individu yang mandiri. Dalam siklus hidupnya, terutama ketika masa reproduksi, jamur lendir selular memiliki tubuh buah. Tubuh buah tersebut akan menghasilkan spora yang digunakan pada saat reproduksi aseksual. Acrasiomycota berbeda dengan Myxomycota. Acrasiomycota tetap mempertahankan identitasnya sebagai satu sel. Acrasiomycota merupakan individu utuh yang dipisahkan oleh membran, terutama pada saat membentuk agregat di salah satu tahap dalam siklus hidupnya. Acrasiomycota merupakan organisme haploid, sedangkan pada Myxomycota didominasi oleh fase diploid. Acrasiomycota memiliki tubuh buah yang berfungsi sebagai alat reproduksi aseksual dan umumnya tidak memiliki fase berflagel

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhluk9nSKOWah8jXRHUXBV3VfBKHJ8n_MApRFvHQUEWt7RfIFBP7g9zNhR5rigMCo4l4lIVzwvNDpwAYBCibv_qv76dVBG3pOg9ucFYdJYun5oPXTc3DNOnyahvnTfe0mCuQK_no_kFxNc/s320/image013.jpg

       3.     Oomycota ( Jamur Air)
Oomyta merupakan golongan jamur yang hidup di tempat lembab atau di air. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
1.     Benang-benang hifa tidak bersekat melintang(senositik) sehingga didalamnya di jumpai inti dalam jumlah banyak.
2.     Dinding selnya terdiri dari selulosa
3.     Melakukan reproduksi aseksual dengan membentuk zoospore yang memiliki 2 flagela untuk berenang di dalam air.
4.     Melakukan reproduksi secara seksual dengan membentuk gamet (sel kelamin) setelah fertilisasi akan terbentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora.
Nama divisi Oomycota diambil dari cirri jamur ini yang dapat menghasilkan oospora. Oospora adalah spora yang dibentuk oleh zigot yang berdinding tebal, dan setelah itu terjadi fase istirahat. Dinding tebal itu digunakan sebagai perlindungan. Jika kondisi memungkinkan, spora akan tumbuh menjadi hifa baru. Contoh dari jamur ini adalah Saprolegnia, Phytophthora, Pythium.

Ciri-ciri dan contoh Oomycota (Jamur Air)
Contoh spesies dari phylum ini adalah jamur air (water molds), karat putih (white rusts), dan embun tepung (downy mildews). Oomycota memiliki arti telur jamur. Hal tersebut didasarkan pada bentuk reproduksi seksualnya. Bentuk sel telur lebih besar dibandingkan dengan sperma. Dinding sel Oomycota tersusun atas selulosa. Pada siklus hidupnya, terutama pada tahap reproduksi, Oomycota menghasilkan spora yang berflagela. Anggota dari kelompok Oomycota sebagian besar bereproduksi menghasilkan oogonia. Beberapa yang lainnya bereproduksi secara aseksual dengan zoospora. Pada saat proses reproduksi, zoospora bergerak dengan berenang cepat. Peristiwa tersebut terjadi di dalam air. Contoh jamur air adalah Saprolegnia. Untuk mengetahui strukturnya
Pada reproduksi ini, ujung hifa membengkak, disebut zoosporangium. Di dalam zoosporangium akan terbentuk zoospora berflagela dua. Jika keadaan lingkungan memburuk, jamur air akan memulai reproduksi seksual.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4bsafYLBZZOxrdeBoANP9azqF5AczGvWOAFvoMcDQf6Qy5kmzUJU0fQE8jETDTRedE7P_8IfAv89lo-yTsL9fYVH4n9iT6F-zE6_qtDAzeI6bsDJABELFg0zRNilP8xYmcsbNwTnW_2U/s1600/6a00d8341c5e1453ef0120a6a6c79c970b-350wi.jpg

Reproduksi seksual melibatkan pembentukan anteridium dan oogonium di ujung hifa vegetatif. Jika anteridium bersentuhan dengan oogonium akan menghasilkan saluran fertilisasi yang akan menembus oogonium dan menyediakan jalan bagi perpindahan inti. Pembuahan oosfer (sel telur) menghasilkan zigot. Zigot mempunyai dinding tebal dan tahan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan, seperti udara dingin dan kekeringan. Zigot akan berkembang menjadi oospora.
Peranan protista bagi kehidupan manusia, ada yang menguntungkan yaitu :
1. Chlorella yg dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
2. Eucheuma spinosum dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan kosmetik.
Sedangkan yang bersifat merugikan misalnya Plasmodium malariae penyebab penyakit malaria kuartana.
Habitatnya:
Hutan basah.
Tanah lembab.
Sisa kayu mati.
Sampah basah.


MAKALAH BIOLOGI
PROTISTA MIRIP JAMUR.
D
I
 S
 U
 S
 U
 N

KELOMPOK:
ANGLE MISITAYONTRI
ZELY RAHMAWINATA
PROF. DWIANUGRAH KUANTANU
LILIK TRI SEPTIADI
ARI SEPTIA RAVINCI
OKTAVELA




0 Responses so far.

Post a Comment

Friday, August 16, 2013

MAKALAH BIOLOGI


PROTISTA

KLASIFIKASI PROTISTA MIRIP JAMUR ( JAMUR PROTISTA)
A.   Ciri-ciri protista mirip jamur :
1.     Memiliki sel berflagela pada suatu waktu dalam siklus hidupnya
2.     Khusus pada jamur air, memiliki dinding sel yang tersusun oleh zat selulosa, sedangkan                                   jamur tersusun oleh zat kitin.
3.     Membentuk spora diploid dan hasil meiosis berupa gamet. Pada jamur air menghasilkan zoospora.
4.     Fagositik(menelan bakteri).                 
                                                                   
            Jamur protista(protista mirip jamur) terdiri atas 3 filum, yaitu :
1.     Myxomycota (Jamur Lendir Plasmodial)
Jamur lendir plasmodial (aselular) hidup sebagai dekomposer yang melakukan fagosit terhadap materi tumbuhan di hutan atau lahan pertanian. Pada kondisi lingkungan yang tidak nyaman, plasmodium (massa sitoplasma tunggal yang tidak dibagi oleh membrane dan mengandung banyak nukleus) membentuk banyak sporangium penghasil spora. Kumpulan sporangia akan membentuk tubuh buah. Spora akan tumbuh saat kelembaban lingkungan di sekitarnya telah memungkinkan. Contoh jamur lendir plasmodial adalah Physarum.
Ciri-ciri dan contoh Acrasiomycota (Jamur Lendir Selular)
Acrasiomycota disebut juga jamur lendir selular. Bentuk satu selnya merupakan individu yang mandiri. Dalam siklus hidupnya, terutama ketika masa reproduksi, jamur lendir selular memiliki tubuh buah. Tubuh buah tersebut akan menghasilkan spora yang digunakan pada saat reproduksi aseksual. Acrasiomycota berbeda dengan Myxomycota. Acrasiomycota tetap mempertahankan identitasnya sebagai satu sel. Acrasiomycota merupakan individu utuh yang dipisahkan oleh membran, terutama pada saat membentuk agregat di salah satu tahap dalam siklus hidupnya. Acrasiomycota merupakan organisme haploid, sedangkan pada Myxomycota didominasi oleh fase diploid. Acrasiomycota memiliki tubuh buah yang berfungsi sebagai alat reproduksi aseksual dan umumnya tidak

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh01X48CSRbBiZVcRlRWlIBhZJuWT68SuRp6GhW0D_v8kLULX_Tt39G-EVZ0Csn3bzC2azBHzkZr579q_yubqg-BiXAJHDy9i2x_bh-iLYAKzs4RRtRBF98yC83DjtkYg1sX9fA3e8753o/s320/stock-photo-slime-molds-myxomycota-sp-26515369.jpg
Ke dalam jamur lendir termasuk pula Acrasiae yang pada dasarnya lebih mirip dengan protozoa uniseluler. Bentuk vegetatifnya terdiri atas sel berinti satu yang ameboid. Sel-sel ini memperbanyak diri dengan pembelahan biner. Bentuk vegetatif ini sukar dibedakan dengan ameba (protozoa). Jika keadaan memungkinkan sel-sel ameboid itu akan bergabung dan membentuk badan buah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ_vq81cPRVEWtNEvY36aQIlUMIgKUnApNABxDKz9tcTYnpe54XnaYYHMcifnA6hIFZqknsKlluNk1sLgFT3eSawCggs682c72PjdyIZiCdBTYCYJOKlb1MDRz4Qg7ABJ80I2xzGbyFO0/s1600/jamur+lendir+myxomicetes.jpg

2.     Acrasiomycota( Jamur Lendir Selular)
Jamur lendir selular hidup seperti individu sel ameboid, namun tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmadium atau massa multiseluler. Pada jamur lendir ini jika makanan berkurang, amoeba mensekresikan zat kimia yang merangsang amoeba untuk bergabung membentuk plasmodium seperti siput tanpa cangkang.plasmodium bergerak ke arah cahaya. Jika ada makanan, plasmodium ini berhenti dan membentuk tubuh buah yang mengandung spora reproduksi. Sel tangkai akan menghilang dan spora bertahan. Jika kondisi lingkungan baik, spora membentuk amoeba dan siklus berulang.
Contoh jamur lendir selular adalah Dyctyostelium.
 Ciri-ciri dan contoh Acrasiomycota (Jamur Lendir Selular)
Acrasiomycota disebut juga jamur lendir selular. Bentuk satu selnya merupakan individu yang mandiri. Dalam siklus hidupnya, terutama ketika masa reproduksi, jamur lendir selular memiliki tubuh buah. Tubuh buah tersebut akan menghasilkan spora yang digunakan pada saat reproduksi aseksual. Acrasiomycota berbeda dengan Myxomycota. Acrasiomycota tetap mempertahankan identitasnya sebagai satu sel. Acrasiomycota merupakan individu utuh yang dipisahkan oleh membran, terutama pada saat membentuk agregat di salah satu tahap dalam siklus hidupnya. Acrasiomycota merupakan organisme haploid, sedangkan pada Myxomycota didominasi oleh fase diploid. Acrasiomycota memiliki tubuh buah yang berfungsi sebagai alat reproduksi aseksual dan umumnya tidak memiliki fase berflagel

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhluk9nSKOWah8jXRHUXBV3VfBKHJ8n_MApRFvHQUEWt7RfIFBP7g9zNhR5rigMCo4l4lIVzwvNDpwAYBCibv_qv76dVBG3pOg9ucFYdJYun5oPXTc3DNOnyahvnTfe0mCuQK_no_kFxNc/s320/image013.jpg

       3.     Oomycota ( Jamur Air)
Oomyta merupakan golongan jamur yang hidup di tempat lembab atau di air. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
1.     Benang-benang hifa tidak bersekat melintang(senositik) sehingga didalamnya di jumpai inti dalam jumlah banyak.
2.     Dinding selnya terdiri dari selulosa
3.     Melakukan reproduksi aseksual dengan membentuk zoospore yang memiliki 2 flagela untuk berenang di dalam air.
4.     Melakukan reproduksi secara seksual dengan membentuk gamet (sel kelamin) setelah fertilisasi akan terbentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora.
Nama divisi Oomycota diambil dari cirri jamur ini yang dapat menghasilkan oospora. Oospora adalah spora yang dibentuk oleh zigot yang berdinding tebal, dan setelah itu terjadi fase istirahat. Dinding tebal itu digunakan sebagai perlindungan. Jika kondisi memungkinkan, spora akan tumbuh menjadi hifa baru. Contoh dari jamur ini adalah Saprolegnia, Phytophthora, Pythium.

Ciri-ciri dan contoh Oomycota (Jamur Air)
Contoh spesies dari phylum ini adalah jamur air (water molds), karat putih (white rusts), dan embun tepung (downy mildews). Oomycota memiliki arti telur jamur. Hal tersebut didasarkan pada bentuk reproduksi seksualnya. Bentuk sel telur lebih besar dibandingkan dengan sperma. Dinding sel Oomycota tersusun atas selulosa. Pada siklus hidupnya, terutama pada tahap reproduksi, Oomycota menghasilkan spora yang berflagela. Anggota dari kelompok Oomycota sebagian besar bereproduksi menghasilkan oogonia. Beberapa yang lainnya bereproduksi secara aseksual dengan zoospora. Pada saat proses reproduksi, zoospora bergerak dengan berenang cepat. Peristiwa tersebut terjadi di dalam air. Contoh jamur air adalah Saprolegnia. Untuk mengetahui strukturnya
Pada reproduksi ini, ujung hifa membengkak, disebut zoosporangium. Di dalam zoosporangium akan terbentuk zoospora berflagela dua. Jika keadaan lingkungan memburuk, jamur air akan memulai reproduksi seksual.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4bsafYLBZZOxrdeBoANP9azqF5AczGvWOAFvoMcDQf6Qy5kmzUJU0fQE8jETDTRedE7P_8IfAv89lo-yTsL9fYVH4n9iT6F-zE6_qtDAzeI6bsDJABELFg0zRNilP8xYmcsbNwTnW_2U/s1600/6a00d8341c5e1453ef0120a6a6c79c970b-350wi.jpg

Reproduksi seksual melibatkan pembentukan anteridium dan oogonium di ujung hifa vegetatif. Jika anteridium bersentuhan dengan oogonium akan menghasilkan saluran fertilisasi yang akan menembus oogonium dan menyediakan jalan bagi perpindahan inti. Pembuahan oosfer (sel telur) menghasilkan zigot. Zigot mempunyai dinding tebal dan tahan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan, seperti udara dingin dan kekeringan. Zigot akan berkembang menjadi oospora.
Peranan protista bagi kehidupan manusia, ada yang menguntungkan yaitu :
1. Chlorella yg dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
2. Eucheuma spinosum dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan kosmetik.
Sedangkan yang bersifat merugikan misalnya Plasmodium malariae penyebab penyakit malaria kuartana.
Habitatnya:
Hutan basah.
Tanah lembab.
Sisa kayu mati.
Sampah basah.


MAKALAH BIOLOGI
PROTISTA MIRIP JAMUR.
D
I
 S
 U
 S
 U
 N

KELOMPOK:
ANGLE MISITAYONTRI
ZELY RAHMAWINATA
PROF. DWIANUGRAH KUANTANU
LILIK TRI SEPTIADI
ARI SEPTIA RAVINCI
OKTAVELA




No comments:

Post a Comment

.

    Search

    Followers

    Lorem ipsum